Madrasah di Samping Kubah Masjid Enamel Jakarta

Madrasah di Samping Kubah Masjid Enamel Jakarta

Madrasah di Samping Kubah Masjid Enamel Jakarta

Apa yang dimaksud dengan Dakwah? Banyak orang bertanya tanya apakah dakwah itu. Dakwah adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperkenalkan suatu ilmu agama kepada masyarakat luas. Dengan harapan masyarakat yang mendengarkan dakwah bisa lebih memperkuat lagi kualitas imannya.
Kesibukan dakwah Hasan al-Banna berawal saat dia masih tetap muda. Pada umur 12 th., ia gabung dengan organisasi “Masyarakat untuk Tingkah Laris Moral”. Hal semacam ini menunjukkkan kalau beliau telah tertarik dengan beberapa masalah keagamaan mulai sejak umur awal. Hasan Al-Banna dilahirkan pada tanggal 14 Oktober 1906 di desa Mahmudiyah lokasi Buhairah, Mesir. Pada Usia 12 th., Hasan Al-Banna sudah menghafalkan Al-Quran. Sosialisasi beberapa inspirasi dakwah IM dikerjakan Al-Banna dengan menerbitkan satu majalah mingguan ‘ikhwan. Ayahnya, Syeikh Ahmad Al-Banna yaitu seseorang ulama fiqih serta pakar hadits, selalu memberi motivasi pada Al-Banna. Namun, pada akhirnya bentrokan pada IM dengan pemerintah Mesir tidak dapat dijauhi Kubah Masjid Enamel. Dari mulai penilaian banyak anggota IM yang menyebutkan kalau pemerintah Mesir sudah mengkhianati kebutuhan nasionalisme Mesir sendiri. Pemerintah juga pada akhirnya menilainya IM jadi “ancaman” serta penyergapan beberapa tokoh IM juga berlangsung.
Puncak kesibukan dakwahnya yaitu waktu membangun ikhwanul Muslimin (IM) pada 1928. Pada th. 1932 Hasan Al-Banna geser ke Kairo. Sesudah geser pindah mengajar ke Kairo, pada th. 1938 aktivitas IM mulai merambah ke bagian politik. Saat Perang Dunia II berlangsung, IM berkembang lebih cepat serta jadi organisasi perlu dalam kemampuan Mesir Kubah Masjid Enamel. Dari ketenaran itu IM berada di tiap-tiap strata sosial orang-orang. Serta pada 12 Februari 1949 Al-Banna tertembak oleh penembak misterius yang banyaknya kelompok dipercaya jadi penembak “utusan” pemerintah. Pemikiran Imam al-Banna serta dakwahnya yaitu Islam. Tak ada unsur terkecuali Islam. Serta ia tidak sempat mencampura adukkan Islam dengan unsur beda sedikitpun, berbentuk agama, aliran atau keyakinan terkecuali Islam. Imam al-Banna tidak membawa agama baru atau pemikiran baru, tetapi yang ia bawa yaitu apa yang sudah di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya, pemikiran Imam al-Banna jadi istimewa. Pemikiran Al-banna yang melihat kalau Islam yaitu agama yang universal serta menyeluruh, tidak cuma agama yang berbentuk beribadah ritual saja Kubah Masjid Enamel. Namun Islam juga mencangkup sosok individu, keluarga, pemerintahan serta kenegaraan.
Inspirasi terbesarnya ada pada IM (Ikhwanul Muslimin), yang bergerak berprinsip : Allah maksud kami Rasulullah teladan kami (Ar-Rasul qudwatuna) Al-Qur’an landasan hukum kami (Al-Quran dusturuna) Jihad jalan kami (Al-Jihad sabiluna) Mati syahid di jalan Allah harapan kami yang teratas (Syahid fiisabilillah asma amanina). Beliau yaitu Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baha’uddin Al-Qalmuni Al-Husaini. Lahir di Qalmun, satu desa di lokasi Tripoli-Syam, Lebanon Utara, 27 Jumadil Ula 1282 H/18 Oktober 1865 M. Mulai sejak kecil, Rasyid Ridha sudah hafal Al-Quran di Kubah Masjid Enamel serta dididik dengan segera dalam beberapa pengetahuan keislaman, seperti tafsir, hadits, fiqih, serta bhs arab oleh syeikh besar yang berada di tanah kelahirannya.

local_offerevent_note September 5, 2017

account_box Rizal

Leave a Reply