Teknologi, Pengusir Hantu Matematika

Hari itu, sepulang sekolah, Ibnu Rizky Indra Daniswara ambil gadget yang disimpan di kamarnya. Ia lantas repot buka aplikasi dari satu startup lokal penyedia service serta content pendidikan berbasiskan tehnologi. Hal itu dia kerjakan sesudah guru di kelasnya mengajarkan operasi bilangan pecahan. Banyak hal yang belum juga dipahami di kelas barusan, ia susuri lewat video yang dapat dibuka lewat aplikasi itu. Siswa kelas V SD Negeri Pondok Ranggon 01 Jakarta Timur ini memanglah punya kebiasaan mencari materi pelajaran yang belum juga di uraikan gurunya lewat gadget. Perkenalannya pada gadget terjadi dua tahun kemarin. Waktu itu, siswa yang saat ini berumur 11 tahun ini mulai mengutak-atik hp Android punya ayahnya. Lihat ketertarikan belajar putranya yang tinggi, sang bapak lalu sediakan satu tablet baru. Akhirnya, Indra semakin seringkali belajar dengannya. “Belajar dengan tablet itu lebih mengasyikkan. Monitor yang lebih lebar buat materi pelajaran tambah nyaman diliat, ” demikian kurang lebih kata Indra. Lebih dari itu, dia berujar, tablet juga enteng hingga gampang dibawa ke mana juga. Ia juga terasa lebih gampang mengetik waktu kerjakan latihan masalah Matematika dari aplikasi. Belajar dari cerita diatas, siswa-siswi juga sesungguhnya dapat mengikuti atau coba langkah Indra belajar apabila kesusahan pelajari Matematika. Mata pelajaran yang sering jadi momok untuk pelajar Indonesia itu sesungguhnya tidak disukai bukanlah karena sulitnya materi. Sering kali, cara pengajaran di kelas kurang pas hingga siswa kesusahan menyerap materi yang di sampaikan. Walau sebenarnya, sejatinya, pelajar Indonesia miliki prestasi yang mengharumkan nama bangsa dalam Olimpiade Matematika Internasional. Dalam ajang India International Mathematical Competition (InIMC) di Lucknow, India, tahun lantas, pelajar Indonesia sukses merebut satu medali emas, tiga medali perak, serta dua medali perunggu. Dengan pesatnya perubahan tehnologi sekarang ini, siswa di Indonesia berpeluang besar untuk mumpuni di bagian Matematika atau sebagian bagian yang lain yang mereka senangi. Seperti yang dikerjakan Indra, siswa-siswa di Indonesia dapat juga belajar dengan mandiri. Beberapa pelajar dapat memakai tehnologi yang dekat dengan kehidupan harian mereka untuk belajar, seperti pada Samsung Smart Learning Class.

Di kelas itu, mereka bisa memakai tablet yang telah tersambungsi internet serta terpasang e-learning beberapa pelajaran. Disamping itu, guru bertindak perlu jadi pendamping untuk meyakinkan beberapa siswa memakai piranti dengan pas serta sehat. Begitu, siswa dapat lebih pro aktif serta bisa mengoptimalkan seluruh potensi diri dalam mengerti materi pelajaran. Belajar Matematika juga karena itu tidak lagi menghantui siswa.

 

Leave a Reply