siswa SMA harus ujian ulang,karena soal UNBK “error”

Beberapa ratus siswa SMA Negeri 1 Purbalingga tidak berhasil merampungkan masalah Ujian Nasional Berbasiskan Computer (UNBK), Selasa (10/4/2018). Masalahnya, banyak dari masalah mata pelajaran matematika yang sedianya sejumlah 35 butir itu tidak seutuhnya keluar di monitor computer. Kepala SMAN 1 Purbalingga, Kustomo menyebutkan, cacatnya data masalah dalam UNBK kesempatan ini berlangsung pada session 1 serta session 2. Error pada masalah ujian juga berlangsung menyeluruh, baik di program studi IPA ataupun IPS. “Soalnya bermasalah, tidak keluar komplit.

Harusnya 35 masalah, tapi yang keluar cuma 25, ada pula yang cuma keluar 13 masalah, ” tuturnya. Kustomo menjelaskan, karena cacat data yang berlangsung, sekitaran 270 siswa yang memperoleh giliran ujian pada dua session itu tidak bisa kerjakan masalah dengan maksimum. walau sekian, semuanya siswa tetaplah diarahkan untuk ikuti ujian sampai batas saat usai. “Siswa yang ujian pada dua session awal tetaplah ada di ruang, kerjakan masalah seadanya saja, karna prasyarat kelulusan itu cuma ikuti ujian, ” katanya.

Kustomo menjelaskan, masalah yang berlangsung dalam proses UNBK hari ini bisa diatasi sesudah lakukan sinkronisasi ulang data masalah. Perlu saat sekitaran 60 menit untuk mengambil ulang masalah serta menyinkronkan dengan tiap-tiap computer yang beroperasi. “Setelah kami melapor ke BP2MK (Balai Pengendali Pendidikan Menengah serta Spesial) diarahkan untuk sinkornisasi ulang. Sesudah ambil masalah sekitaran satu jam, baru di session tiga ujian dapat berjalan normal, ” katanya.

Tidak cuma di SMAN 1 Purbalingga, Kustomo yang menjabat jadi Ketua Musayawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Purbalingga mengungkap, masalah tidak timbulnya masalah dalam lembar kerja UNBK juga berlangsung menyeluruh di semuanya SMA se-Kabupaten Purbalingga. “Semua sekolah di Purbalingga kasusnya sama. Bahkan juga dari info yang gw bisa, di Jawa Tengah ada delapan Kabupaten yang bermasalah, terkecuali Purbalingga ada Banjarnegara, Rekanggung, Wonosobo, Magelang, Sragen, Batang serta Karanganyar, ” tuturnya.

Seseorang siswa kelas MIPA 6, Amalia Cahya Anggraheni menyebutkan, tak ada satu juga masalah ujian di kelasnya yang genap. Bahkan juga di lembar kerja kepunyaannya sendiri cuma ada 12 nomor yang terdaftar. Selain itu, katanya, cuma diisi kotak penunjuk sisa saat serta kotak panduan ke masalah setelah itu. “Masuk masalah nomor satu segera blank, halamannya kosong, tak ada masalah tak ada pilihan jawaban. Di monitor hanya ada saat sama tombol ‘selanjutnya’, ” katanya.

Karna cuma kerjakan 12 masalah, walhasil alokasi saat pelaksanaan sepanjang 120 menit tidak dipakai dengan maksimum. Akan tetapi, saat pengawas menerangkan persoalan yang berlangsung, siswa bisa menyadari serta tetaplah kerjakan masalah seadanya. “Kabarnya ingin ujian susulan minggu depan, tapi bila menurut gw tambah baik di minggu ini saja. Jarak (saat) sangat lama, takutnya mengganggu belajar untuk persiapan SBMPTN masuk perguruan tinggi, ” ujarnya.

 

local_offerevent_note April 11, 2018

account_box Ahmad Habibi

Leave a Reply