Perbandingan E-Commerce di Asia dengan di Indonesia

 

Penduduk di luar negeri khususnya Amerika sangat dimanjakan oleh berbagai kemudahan untuk membuat membangun e-commerce. Seperti Yahoo! Store dan Quick EStore, hanya dengan membayar sejumlah uang yang cukup besar sekitar dari puluhan sampai ratusan dollar maka sebuah situs cantik lengkap dengan shopping cart akan langsung ditampilkan dalam hitungan menit. Segala pembayaran mengeai biaya pengiriman dan pajak negara telah dihitung secara otomatis. Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Sejauh perjalanan online yang sudah dilalui belum ada situs belanja Indonesia yang memiliki sistem shopping cart seperti ini yaitu pembayaran menggunakan kartu kredit.

 

Terdapat beberapa tahapan proses transaksi local belanja online di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

  1. Selesai memilih barang yang diinginkan anda akan di informasikan sejumlah uang yang menjadi biaya transaksi (termasuk biaya kirim). Pengiriman uang ini dilakukan dengan transfer.
  2. Setelah melakukan proses tersebut , maka Anda arus mengirimkan bukti transfer baik via email atau fax
  3. Setelah sudah ada konfirmasi dari pihak perusahan maka barang akan langsung dikirim baik menggunakan jasa pengiriman TIKI/JNE ataupun kurir.

Hambatan, Rekomendasi  dan Perbandingan E-Commerce di Indonesia :

  • kurangnya kualitas koneksi internet, dengan belum meratanya koneksi internet diseluruh daerah di Indonesia membuat pengalaman untuk melakukan e-commerce menjadi kurang menyenangkan
  • Indonesia memang  Negara yang luas, namun infrastruktur logistiknya belum kuat, masih banyak daerah terpencil di pelosok yang belum terjangkau oleh e-commerce. Seperti dalam segi edukasi dalam e-commerce belum banyak dan belum menjangkau hingga ke pelosok – pelosok.
  • Selain itu, pengalaman buruk yang dialami seseorang dalam melakukan e-commerce dapat membuat seseorang menjadi lebih hati-hati atau was-was dengan kata lain mencemari nama baik e-commerce.
  • Infrastruktur  telekomunikasi di Indonesia pun masih terbatas seperti yang dibahas seperti diatas serta harganya yang masih relative mahal, sedangkan e-commerce sendiri bergantung pada infrastruktur telekomunikasi
  • Dari segi kultur dan kepercayaan, masyarakat Indonesia terbiasa untuk membeli barang dengan melihat ciri fisiknya terlebih dahulu, maka dari itu lebih memilih untuk membeli barang langsung. (keterbatasan touch and feel)
  • Cukup banyaknya kasus penipuan dari kegiatan e-commerce contoh kartu kredit palsu, penipuan melalui sms, dan sebagainya sehingga pembeli mengurungkan niatnya
  • Regulasi dan kebijakan yang masih simpang siur antara konsep pajak baru dan tidak telah membuat para pengguna e-commerce was-was
  • Keterbatasan bandwith telekomunikasi
  • Kesulitan integrasi aplikasi e-commerce dengan legacy systems.

Recomendasi Perkembangan E-Commerce di Indonesia

  • Walaupun Indonesia adalah negara tertinggi dalam pengguna internet dan juga ecommerce tetapi masyarakat Indonesia masih belum bisa menggunakan internet secara baik dan benar hanya sekian persen masyarakat Indonesia yang dapat menggunakan internet. Rakyat kurang mampus belum dapat menggunakan internet secara baik, jika seluruh masyarakat Indonesia dapat menggunakan internet mungkin banyak peluang bisnis yang bisa mereka jalan kan untuk berkembangnya negara Indonesia.
  • Internet di Indonesia harus di sama ratakan dengan seluruh wilayah di tiap penjuru Indonesia
  • Tingkat keamanan yang harus ekstra di perketat agar ecommerce-ecommerce di Indonesia dapat menjalankan bisnisnya dengan tenang dan aman tanpa rasa was-was kembali.

 

local_offerevent_note March 3, 2019

account_box reza

Leave a Reply