Masjid Agung banten

Masjid Agung banten

Masjid Agung banten

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dalam kesempatan kali ini saya akan membahas beberapa masjid  diIndonesiadan membahas tentang masjid yang ada di ujung barat pulau jawa yaitu di wilayah banten jawa barat. Apakah ada yang tahu nama salah satu masjid tertua di indonesia yang terletak di banten? Yup,benar sekali yaitu masjid agung banten.

Potensi Masjid Agung Banten

Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tidak hanya dari pulau jawa tetapi juga dari berbagai daerah di luar pulau jawa. Masjid ini dikenali dari bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar. Masjid ini dibangun pertama kali pada 1556 oleh Sultan Maulana Hasanudin. Beliau adalah Sultan pertama dari kesultanan banten. Ia adalah putra pertama dari sunan gunung jati. Masjid Agung Banten terletak di desa Banten Lama tepatnya di desa banten banten. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum sekitar 10 km sebelah utara kota Serang,Banten. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Masjid Agung Banten ini memiliki arsitektur kekhasan tersendiri, yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda china yang juga merupakan karya arsitek cina yang bernama tjek ban tjut. Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman Sultan Banten serta keluarganya, Salah satunya yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya rumah Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Abdul Nasir Abdul Qohhar, Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zinal Abidin dan keluarga sultan yang lainnya.

Ciri khas menara Masjid Agung banten

Menara yang menjadi ciri khas Masjid  Agung Banten ini terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata yang memiliki ketinggian kurang lebih 24 meter dengan diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Berita belanda tentang banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut, membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung kota Banten dimasa lampau. Untuk mencapai ujung menara ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan dilewati yang salah satunya yaitu lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang saja. Pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara, karena jarak antara menara dengan laut yang hanya sekitar 1,5 km. dahulu selain digunakan untuk beribadah menara yang dibuat oleh Hendick Lucasz ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

Fasilitas Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten ini memiliki halaman yang luas untuk menampung peziarah atau wisatawan yang datang ke Masjid Agung Banten ini. Arsitektur dari Masjid Agung ini memiliki arsitektur yang didalamnya memiliki tiang penyangga terbuat dari kayu dari zaman dulu. Sebagaimana bangunan masjid kuno ada juga kolam yang biasa digunakan sebagai tempat berwudhu di depan Masjid. berdasarkan catatan yang menempel di dinding, renovasi terhadap masjid ini pernah dilakukan beberapa kali yaitu pada tahun 1969 oleh Bhakti Siliwangi Maulina Yusuf, pemugaran juga dilakukan pada tahun 1975 atas bantuan pertamina yang waktu itu dipimpin oleh Bpk. Ibnu Sutowo dan rehabilitasi atas bantuan masyarakat pada tahun 1991.

Setiap tahunnya, ribuan orang biasanya datang ke Masjid Agung Banten ini untuk melakukan ziarah. Bahkan, setiap hari libur para peziarah datang mendoakan Sultan Maulana Hasanuddin atau ke makam sekitar komplek masjid tersebut. Khusus di malam jum’at biasanya akan lebih ramai orang akan datang ke Masjid Agung Banten ini.

Menurut salah satu pengurus kenadziran Masjid Agung Banten ini ada beberapa ciri khas masjid agung banten yang memiliki makna tersendiri. Menara yang berada di depan masjid tersebut merupakan lambang huruf alif dengan maksud Beragama islam, Menara itu digunakan pada zaman dahulu sebagai tempat melakukan adzan. Sedangkan tiang yang totalnya ada 24 menandakan 1 hari yaitu sama seperti 24 jam. Selain itu, rumah Masjid Agung Banten juga memiliki pintu yang relatif pendek itu menurut Abbas Wasse(Bagian kenadziran masjid)  menandakan siapapun yang masuk ke masjid harus menunduk dan tidak boleh Sombong/angkuh dimata allah.

Leave a Reply