Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula

Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula

Apakah anda pengusaha pemula? Tidak masalah. Selamat mencoba, bagi anda pengusaha pemula.

Tetapi, seringkali para pengusaha pemula itu memiliki beberapa kesalahan-kesalahan fatal.

Di edisi kali ini, saya akan membahas Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula.

Intinya, lebih baik anda melakukan kesalahan tetapi anda perbaiki. Daripada anda tidak mencoba sama sekali. Jadi apabila anda mengalami kesalahan, it’s Ok.

Tetapi, ada 3 kesalahan fatal yang sebenarnya dari artikel ini bisa anda hindari.

Kesalahan fatal yang pertama adalah melakukan semuanya sendiri. Jadi, semuanya anda kerjakan sendiri.

Mengirim sendiri, packing sendiri, melayani konsumen sendiri. Kemudian buka toko sendiri, tutup toko sendiri, nyapu sendiri.

Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula

Begini, sahabat entrepreneur.. Mempekerjakan karyawan itu memang butuh biaya. Saya tahu itu. Tetapi sekali lagi, you can’t do it alone.

Anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Itulah sebabnya singkatan CEO itu artinya adalah Chief Executive Officer.

Bukan Chief Everything Officer. Jadi anda harus tahu itu. CEO itu bukan Chief Everything Officer. Bukan. Jadi, jangan pernah melakukan semuanya sendiri. Anda tetap butuh tim.

Jadi minimal, ada orang yang membantu mengurus socmed anda. Ada orang yang bisa membantu mengurus pelayanan, ada orang yang membantu customer service. Intinya, apapun level pengusaha anda, mau itu level 1, level 2, atau level 3, bagaimana anda bisa lulus ke level berikutnya jika anda melakukan semuanya sendiri?

Memang saya tahu, sebagai seorang direktur, sebagai seorang pemimpin di usaha anda, anda memang harus bisa mengerjakan semuanya.

Seorang koki, contohnya.

Anda membuka restoran. Memang anda bisa bergantung pada karyawan anda untuk urusan memasak. Tetapi, anda harus bisa memasak ketika koki anda tidak masuk kerja. nda buka salon, contohnya. Jika karyawan anda tidak masuk, maka anda harus bisa memotong sendiri.

Memang betul.

Jika anda hari ini punya bengkel, contohnya.

Anda tidak bisa mengandalkan montir anda untuk menyelesaikan masalah itu. Anda sendiri harus bisa. Tetapi sekali lagi, anda harus belajar trust. Belajar percaya dengan orang lain.

Belajar mendelegasikan sesuatu yang bisa dikerjakan orang lain. Karena banyak orang yang terlalu mandiri. Semuanya dikerjakan sendiri.

Tidak bisa.

Itu kesalahan fatal bagi para pemula. Jelas ya.. Dan anda juga jangan terlalu mudah percaya pada orang lain.

Karena terlalu mudahnya, karena terdoktrin bisnisnya jalan, pemiliknya jalan-jalan. Saya ‘kan pengen seperti itu pak”.

Saya beritahu anda. Jika anda belum menemukan tim yang tepat, orang yang tepat, jangan sampai anda meninggalkan bisnis anda. Belum. Jadi, saya tidak akan membahasnya disini. Tetapi yang akan saya bahas disini adalah kesalahan fatalnya.

Jadi intinya, kesalahan fatal yang saya jelaskan disini adalah bukan untuk meninggalkan usaha anda. Tetapi belajar untuk percaya kepada orang yang akan anda serahkan atau delegasikan tugas anda. Yang kedua. Kesalahan fatal yang kedua adalah melihat semua peluang sebagai lumbung emas.

Ini fatal.

Misalkan hari ini anda baru menjual HP. Besok atau minggu depan ada peluang menjual cashing HP. Lalu menjual atau usaha kayu, lalu batu bara, lalu jual beli mobil. Dan akhirnya, jualan es kepal milo. Sepertinya bagi anda semua peluang itu lumbung emas.

Sepertinya, semua peluang itu bagus. Saya beritahu anda satu hal. Itu adalah kesalahan fatal.

Belajarlah untuk fokus.

Banyak orang di tahun pertamanya melihat ini sebagai peluang, melihat A sebagai peluang, melihat B sebagai peluang.

Belum berjalan, semuanya dianggap peluang. Ikut-ikutan.

Anda pikir, membangun 6 perusahaan itu mudah?

Tidak mudah.

Jadi artinya, semua itu memerlukan fokus. Itu poin yang kedua.

Poin yang ketiga adalah rasa takut berlebihan, sehingga tidak berani action.

Ketakutan-ketakutan seperti inilah yang terus mencekam diri anda, sehingga anda tidak berani melangkah. Saya beritahu anda satu hal. Bahwa tidak ada orang besar yang sukses di dunia usaha yang tidak melakukannya. Mereka semua berani mengambil resiko. Seperti contohnya belum berani mencoba Pinjaman modal usaha.

Mereka semua berani melakukannya. Jika anda tidak berani mencoba, anda tidak akan pernah tahu. Bahasa Inggrisnya : ‘If you never try, you will never know”.

Jika anda tidak pernah mencoba rasanya jeruk ini, kecut atau tidak, maka anda tidak akan pernah tahu bahwa jeruk ini asam atau tidak. Anda tidak akan tahu jeruk ini asam atau tidak jika hanya dengan melihat. Dengan anda hanya memegangnya.

Tidak bisa. nda harus merasakannya, memotongnya, mencoba sendiri.

Barulah anda tahu, “Oh ya, jeruk ini asam. Jeruk ini kecut”. Seperti itu. Usaha juga seperti itu. Meskipun anda jatuh, it’s OK.

Meskipun anda gagal, it’s OK.

Yang terpenting, anda harus mengalaminya. Dan alamilah sebanyak mungkin. Maka anda akan  belajar banyak ketika anda sudah mengalaminya.

local_offerevent_note November 15, 2019

account_box penulislepas

Leave a Reply