Bersedekah di Kala Lapang dan Sempit

Hati gw bergetar lihat beberapa ribu manusia penuhi jalan paling utama di ibukota. Beberapa puluh ribu umat Islam di Jakarta serta sekelilingnya lakukan tindakan damai serta penggalangan dana untuk warga Palestina yang terancam kelaparan, diisolasi serta dihentikannya pertolongan internasional oleh Eropa serta AS. Subhanallah… hanya kalimat itu yang terucap dalam hati gw lihat perhatian yang besar Muslim di Indonesia pada penderitaan saudara-saudara mereka yang didzolimi di Palestina.

Apa yang buat hati gw tersentuh yaitu, sekarang ini, keadaan rakyat Indonesia sesungguhnya juga dalam kondisi yang begitu susah. Krisis ekonomi masih tetap melilit kehidupan beberapa rakyat Indonesia yang sebagian besar Muslim, hingga banyak diantara mereka yang tidak mati dibawah garis kemiskinan. Tidak heran bila banyak pula orang yang mencibir tindakan penggalangan dana untuk rakyat Palestina itu. Mereka berasumsi tindakan sosial ini tidak realistis, buat apa menolong orang yang tengah kesulitan di negeri yang beribu-ribu mil jauhnya dari Indonesia, sesaat di negeri sendiri beberapa orang yang kelaparan. Argumen begini memanglah tidak salah, tapi tidak seutuhnya benar. Terlebih saudara-saudara Muslim kita di Palestina menanggung derita karna perlakuan tidak adil negara-negara kuat, negara-negara yang sampai kini mengakui menjunjung tinggi demokrasi serta hak asasi manusia.

Benar-benar, lihat tindakan damai tempo hari hati gw tergugah kalau dalam keadaan yang susah seperti saat ini, Muslim Indonesia tidak melupakan saudara-saudara mereka yang menanggung derita di negeri beda. mereka tidak kehilangan semangat untuk memberi sedikit harta yang mereka miliki. Tidakkah Islam mengajarkan kita untuk tetaplah bersedekah di saat lega ataupun di saat sempit? Seperti firman Allah swt. dalam Surat Ali-Imran : 133-136.

” Serta bersegeralah anda pada ampunan dari Tuhanmu serta pada surga yang luasnya seluas langit serta bumi, yang disiapkan untuk beberapa orang yang bertakwa. sedekah online (Yakni) beberapa orang yag menafkahkan (hartanya), baik di saat lega ataupun di saat sempit, serta beberapa orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kekeliruan) orang, Allah suka pada beberapa orang yang melakukan perbuatan baik… Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka serta surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, tengah mereka abadi di dalamnya, serta tersebut sebaik-baik pahala orang yang beramal. ”

Saran dari mulai Allah swt ini berarti, kalau dalam keadaan sesulit apa pun, manusia masih tetap dapat memberi suatu hal di jalan Allah. Walau hanya sedikit, yang terutama yaitu pemberian itu diberi dengan keikhlasan serta cuma mengharap ridho ilahi. Tetapi kadang-kadang, kita begitu susah memberi sedikit apa yang kita miliki dalam keadaan lega, terlebih dalam keadaan sempit dengan beragam pertimbangan.

Sempatkah kita alami disuatu waktu disuruhi sumbangan untuk kepentingan umat, serta ketika itu kita cuma memberi uang ala kandungannya, yang perlu telah nyumbang. Walau sebenarnya uang yang di keluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibanding uang yang kita mengeluarkan untuk hura-hura, kumpul dengan rekan makan di restoran, beli pakaian mewah di mall exclusive, beli sepatu bermerk dari luar negeri, beli minyak wangi dengan harga beberapa ratus ribu rupiah. Pernahkan kita merenungkan hal semacam ini? Begitu beratnya kita keluarkan uang banyak untuk bersedekah serta begitu ringannya kita menghambur-hamburkan uang cuma untuk beberapa hal yang sifatnya komsumtif serta duniawi.

Walau sebenarnya saran serta perintah Allah swt berinfaq pada saat lega maksudnya adalah untuk menyingkirkan perasaan sombong, serakah serta cinta yang terlalu berlebih pada harta. Sedang bersedekah di saat susah disarankan supaya karakter manusia yang lebih sukai di beri daripada berikan dapat beralih jadi sukai berikan dari pada di beri. Tangan diatas tambah baik dari pada tangan dibawah.

Rasulullah saw juga mengingatkan kita untuk janganlah enggan bersedekah, walau cuma dengan sebutir kurma. ” Jauhkanlah dirimu dari api neraka meskipun dengan (bersedekah) sebutir kurma. ” (HR Muttafaq alaih).

Mudah-mudahan kita jadi umat yang selalu senantiasa ingat bersedekah baik dalam keadaan lega ataupun susah. Jikapun kita telah tidak mempunyai apa pun untuk diberi, bersedekahlah dengan doa. Sebenarnya Allah swt selalu berikan keringanan untuk kita untuk beramal shalih dengan keikhalasan serta cuma mengharapkan ridho darinya.

local_offerevent_note March 27, 2018

account_box Ahmad Habibi

Leave a Reply