Bagaimana Prosedur Untuk Membeli Tanah?

Beli tanah akan berbeda dengan membeli rumah di cluster, biasanya kalau beli rumah minimalis di cluster pembeli hanya terima beres karena developer yang akan mengurus semua surat-surat yang diperlukan. gimana kalau mau beli tanah? apa yang harus dilakukan setelah menemukan tanah yang sesuai dengan harapan dan juga harga yang cocok?

Hal pertama yang harus dilakukan setelah cocok dengan tanah dan harganya adalah, anda harus membuat AJB (Akta Jual Beli) dengan ketentuan anda sudah bertemu dengan sang penjual langsung dan memeriksa surat-surat tanah, anda bisa langung pergi ke kantor PPAT terdekat.

Kalau anda bingung anda juga bisa cari notaris di daerah tersebut yang ditunjuk sebagai PPAT sementara. yang perlu di catat adalah tidak semua notaris bisa berwenang sebagai PPAT, jadi pastikan cari notaris yang juga berwenang atas PPAT.

Tujuan ke kantor PPAT adalah untuk mengecek apakah lahan tersebut sah atau tidak atau dalam sengketa atau tidak, anda melakukan ini guna terhindar dari penipuan atas lahan tanah yang sengketa atau surat tanah yang bermasalah.

Setelah anda melakukan pengurusan dan pengecekan d PPAT, anda bisa melanjutkan proses balik nama di kantor BPN, setelah proses selesai maka surat kepemilikan atas tanah akan berpindah dari pemilik yang lama menjadi pemilik yang baru (nama anda).

itu dia proses pembelian tanah dan pengurusan surat-suratnya, lalu apa saja yang dipersiapkan untuk mengurus surat tersebut? berikut lsitnya,

Persiapan mengurus AJB di kantor PPAT atau Notaris PPAT,

Yang dibawa dari Pihak Penjual

  • Sertifikat tanah asli
  • KTP penjual suami/istri
  • Jika penjual suami/istri meninggal, maka perlu membawa serta akta kematian
  • Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 10 tahun terakhir
  • Surat persetujuan suami/istri
  • KK (Kartu Keluarga)

Yang dibawa Pihak Pembeli

  • KTP
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Keduanya lalu mengunjungi kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengajuan AJB.

Untuk prosesnya dalam persiapan pihak notaris atau PPAT memeriksa keaslian sertifikat tanah dan juga status dari tanah tersebut apakah dalam sengketa atau tidak. lalu bila sudah ok, maka Penjual membayar Pajak Penghasilan (PPh) dengan rumusan, PPh = NJOP/harga jual x 5%. Sementara pihak pembeli, membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan perhitungan, BPHTB = NJOP/(harga beli – nilai tidak kena pajak) x 5%.

Untuk pembuatannya harus dihadiri dari pihak pembeli dan penjual, bila tidak hadir bisa menguasakan kepada orang lain dengan membawa surat kuasa atas pemrosesan surat tersebut.

Semoga proses beli tanah ini bisa bermanfaat untuk anda yang ingin membangun rumah idaman

 

Leave a Reply